segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada penutup para Nabi dan Rosul, Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.
Islam sungguh memberikan perhatian besar pada masalah pendidikan anak-anaknya, agar selalu menjadga adab sopan santun yang tinggi dan sifat-sifat terpuji yang diharapakn dapat mendidik generasi Muslim, melatih dan meluruskan tingkh lakunya, serta mengarahkannya kepada perkataan, perbuatan, dan sifat-sifat yang bernilai tinggi, dan sebaliknya meninggalkan ucapan, perbuatan dan sifat-sifat rendah yang tidak berfaedah.
Sesungguhnya Rosulullah saw telah menjelaskan kepada umatnya adab dan etika dalam segala hal, bahkan menjelaskan adab sopan santun dalam peperangan sekalipun. beliau melarang membunuh wanita, anak-anak dan orang tua yang tidak ikut berperang, demikian juga beliau melarang membunuh pendeta yang tetap berada dalam gereja, atau petani diladangnya. beliau juga melarang merusak anggota tubuh musuh yang telah mati dan seterusnya.
Nabi juga mengenalkan kepada umatnya sopan santun makan, minum, berpakian, tidur, bersenggama dan adab pergaulan suami istri da lain-lain. bahkan beliau juga menerangkan bagaimana adab masuk kamar kecil ( WC), dari Salman al Farisy ra ia berkata: " Orang-orang musyrik bertanya: Benarkah Nabi kalian mengajarkan segala sesuatu hingga tata cara buang air? Salman ra menjawab: "Benar, Beliau melarang kami mengahadap kiblat ketika buang air besar atau kecil, atau beristinja' dengan tangan kanan, atau beristinja' dengan kurang dari tiga buah batu, atau beristinja' dengan kotoran binatang atau tulang". ( HR. Muslim)
Islam adalah satu-satunya agama yang telah menggariskan metode kehidupan secara utuh. Di dalamnya diatur segala urusan dan aspek kehidupan. Ia bukan metode bikinan manusia yang mengandung unsur benar dan salah, akan tetapi metode ilahi yang dapat mengantarkan orang yang mengikutinya kepada kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman jiwa di dunia, serta sukses meraih surga dan menggapai kenikmatan abadi pada hari kiamat. Allah berfirman: " Kami tidak menyia-nyiakan sesuatupun dalam al Kitab (Al Quran)".
Etika-etika Nabawy tersebut benar-benar telah memberikan andil yang mendalam dam bekas yang terpuji dalam menggembleng dan memperbaiki jiwa, meluruskan dan menghaluskan budi pekerti, sehingga melahirkan generasi-generasi percontohan dalam berlaku benar, jujur, menjaga kesucian diri, menjahi kesalahan, kedilan, menjaga marwah, sifat malu, pemurah, kuat, pemberani, cepat memberikanbantuan, menyelamatkan orang yang terancam, dan membantu orang yang teraniaa, yang belum pernah dicatat oleh sejarah seperti mereka.
Sedangkan kelemahan yang melanda tubuh umat Islam pada hari ini tiada lain sebabnya adalah karena jauhnya mereka dari etika-etika Islam dan akhla-akhla nabawy. Seandainya kaum Muslimin mampu membebaskan diri dari belenggu kebiasaan mengekor kepada umat-umat lain, serta mau kembali kepada identitas dan etika sopan santun meeka yang Islami dan orisinil, niscaya mereka mampu mengembalikan kejayaan, ketinggian dan kemuliaan mereka yang hilang. Tetapi, apakah kaum Muslimin menyadarinya?!
Berikut ini akan kita kenalkan beberapa etika sopan santun seorang Muslim kepada Tuhannya, kepada agamanya, kepada Nabinya, kepada dirinya dan orang lain di sekitarnya. Demikian pula etika orang nonmuslimin.
1. ETIKA NIAT
Setiap Muslim tentu menyadari bahwa niat punya peranan yang besar, sebab hanya dengan niat yang baiklah amalan diterima, sebaliknya niat yang rusak akan menyebabkan amalan tertolak dan batal.
Niat adalh kehendak menuju perbuatan. MAka apabila kehendak ini karena menghaarap ridho Allah dan menyanjung perintah-Nya, saat bitu pula niat bisa dikatakan sah akan menghasilakn amal sholeh yang di terima.
Sebaliknya apabila kehendak ini hanya karena dunia, atau mengharapkna pujian dan sanjungan manusia, atau karena popularitas dan ingin dikenal, atau karena sebab lainnya yang tidak baik, niscaya niat akan rusak dan menghasilkan amalan yang rusak dan tertolak pula, sesuai dengan sabda Nabi saw: "Sesungguhnya semua amalan itu berdasarkan niat, dan sesungguhnya semua orang akan memperoleh apa yang ia niatkan". (Muttaqun 'alaihi)
2. ADAB KEPADA ALLAH TA'ALA
a. Seorang Muslim mengetahui bahwasanya Allajlah yang menciptakan dan memberinya rezki. Dilah yang mengaruniakan kepadanya semua nikmat dan menjauhkannya dari semua malapetaka. Oleh sebab itu ia mesti sungguh-sungguh menjaga adab dan sopan santun kepada Tuhannya.
b. Diantara adab kepada Allah ketundukan total kepada syari'ah-Nya, yaiut denga melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan.
c. Termasuk etika kepada Allah tidak menentang apapun dari kandungan syari'at-Nya, sebagaimana firman-Nya: " TIdaklah pantas bagi seorang beriman laki-laki dan perempuan apabila Allah dan Rosul-Nya memutuskan suatu hukum (perkara), mereka mencari pilihan lain dari urusan mereka", dan firrman-Nya pula : " Sesungguhnya orang-orang yang briman apabila diseru Allah dan Rosul-Nya,untuk memutuskan sesuatu perkara di antara mereka, mereka hanya mengatakan: " Kami dengar dan kami taat".
d. dan termasuk juga dalam etika kepada Allah menyukuri dan menyanjung-Nya atas segala nikmat yang dikaruniakan-Nya, banyak-banyak berzikir dan berdoa kepada-Nya, serta kembali kepada-Nya dalam segala urusan, mencintai dan berbaik asngka kepada-Nya , merasa takut kepada ganjaran-Nya, mengharapkan pahala-Nya, selalu membaca kitab-Nya dan mengawasinya dalam segala hal kecil maupun besar.
3. ADAB KEPADA AL QURAN
Seorang Muslim mesti menjaga adab kepada Kitabullah; "Al Quran Al Karim", menyucikan, dan mendahulukannya di aats segala ucapan. di samping itu juga melaksanakan isinya baik yang berupa hukum (perundang-udangan), adab sopan santun maupun akhalk (budi pekerti).
dalam membaxa Al Quran sewajarnya memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. membcanya dalam keadaan yang paling sempurna; dengan bersuci, menghadap kiblat dan duduk denga penuh adab dan penghormatan.
2. membacanya dengan niat ibadah dan beramal, bukan sekadar mencari pengetahuan.
3. membacanya dengan tenang dan perlahan (tartil).
5. mempelajarinya hukum-hukum tilawah dan membacanya sesuai dengan hukum-hukum tersebut.
6. membaca dengan suara yang indah, diiringi khusyu' dan ketundukan kepada Allah yang telah menurunkan Kitab yang agung ini.
4. ADAB KEPADA NABI SAW
seorang musilm mesti beradab kepada Rosulullah saw, karena jasanya sebagai Nabi penutup yang dengannya Allah selamatkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.
diantara aplikasi adab kepada Rosulullah saw;
1. taat kepada perintahnya dan meninggalkan larangannya
2. kewajiban mencintai Nabi saw
3. mengikuti sunnahnya serta mencontoh beliau dalam akhlak dan etika.
4. menjadikan syari'atnya sebagai dasar hukum dan perundang-undang dalam segenap aspek kehidupan, khususnya bila terjadi persengketaan, sesuai dengan firman Allah swt; " maka emi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya".(An Nisaa' : 65)
5. mencintai pengikut-pengikutnya dan orang-orang yang mencintai dan membelanya, serta membenci musuh-musuhnya.
5. ETIKA KEPADA DIRI SENDIRI
6. ETIKA KEPADA SESAMA MANUSIA
7. HAK MUSLIM TERHADAP MUSLIM
8. ETIKA KEPADA NON MUSLIM
9. HAK BINATANG
Komentar
Posting Komentar