Segala puji hanya milik Allah, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang terakhir.
Sesungguhnya salah satu kewajiban terpenting yang mesti mendapat perhatian seorang Muslim adalah mengetahui batas-batas larangan Allah 'Azza wa Jalla, supaya ia berhenti pada batas-batas tersebut dan tidak melanggarnya, karena firman Allah: " itulah larangan - larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya (Al-Baqoroh: 187)
Dan firman-Nya pula; " dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rosul-Nya dan melanggar ketentuan -ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal didalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan". (An Nisaa': 14)
Diantara ketentuan-ketentuan Allah yang wajib diketahui adalah mengenal larangan-larangan-Nya untuk di jauhi. Ini adalah suatu kewajiban, karena menajuhi larangan-larangan Allah adalah kewajiban setiap Muslim, dan ini tidak mungkin kecuali dengan mengetahui larangan-larangan tersebut, jadi menurut kaedah; sesuatu yang tiadk mungkin terlaksananya sesuatu kewajiban tanpa keberadaannya, maka ia tehitung sebagai sesuatu yang wajib pula. Rosulullah saw bersabda: "Semua yang aku larang maka jauhilah olehmu, dan apapun yang aku suruh maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuanmu". (HR. Muslim)
Seorang Muslim mesti memiliki kehendak yang kuat, tekad yang sungguh-sungguh dan tidak menganggap ringan, karena tanpa yang demikian dikhowatirkan ia terjerumus melakukan hal-hal yang dilarang.
Ia juga mesti mengetahui bahwa sesungguhnya Allah tidak mengharamkan kecuali yang keji dan bermudhorot, atau segala yang mudhorotnya lebih banyak dari manfaatnya sebagaimana firman-Nya; "dan (Ia) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk". (Al A'Roof: 157).
Seorang Muslim mensti menyadari bahwa urusasn menghalalkan dan mengharamkan adalah hak mutlak Allah SWT. Tiada seorangpun yang memiliki wewenang menghalalkan sesuatu atau mengharamkannya berlandasan bahwa hawa nafsu atau pendapat pribadi, karena Allah berfirman : "dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah". (An Nahl: 116).
Sorang Muslim juga mengetahui bahwa aoa yang diharamkan oleh Nabi saw sama kedudukannya dengan apa yang diharamkan Allah swt, berdasarkan firman Allah tentang Nabi saw: "dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)". (An Najm: 3-4)
Diantaranya;
1. Menyekutukan Allah
2. Membunuh
3. Meminum Yang Memabukkan
4. Zina
5. Liwath ( Homoseksual) dan Lesbian
6. Judi dan Taruhan
7. Mencuri
8. Riba
9.Menerima Suap
10. Menipu
11. Berada Di Tempat Sepi Dengan Perempuan Yang Bukan Mahrom
12. Mendatangi Wanita di Duburnya ( Oral Seks)
13. Mencampuri Istri Yang Sedang Haidh
14. Mendurhakai Ibu Bapak Dan Memutuskan Hubungan Kekeluargaan
15.Memakan Harta Anak Yatim
16. Bunuh Diri
17. Berbohong
18. Berbuat Aniaya
19. Meyakini Kesialan Dengan Tanda-tanda
20. Mencari -cari Kesalahan Orang Lain
21. Memakan Bangkai, Darah dan Daging Babi
22. Mengakui Keturunan Selain Ayahnya
23. Mencaci dan Melaknat
24. Berkhianat
25. Khianat dan Melampaui Batas
26. Ghibah dan Namimah
27. Meninggalkan Sholat
28. Enggan Menunaikan Zakat
29. Meninggalkan Puasa Romadhon
30. Meninggalkan Haji Setelah Sanggup
31. Wanita tampil Di Depan Bukan Mahrimnya
32. Wanita Minta Cerai Tanpa Sebab
33. Membuka Rahasia Suami Istri
34. Wanita Enggan Melayani Suami di Ranjang
35. Menghasut Istri Orang
Komentar
Posting Komentar