Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Mukjizat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Tentang Pohon Kurma

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرَةً لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ حَدِّثُونِي مَا هِيَ قَالَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ النَّخْلَةُ ”Sesungguhnya diantara macam-macam pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim. Katakanlah padaku, pohon apakah itu?” Maka para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud adalah pohon yang berada di lembah-lembah. Abdullah (Ibnu ‘Umar radhiyallahu 'anhuma ) berkata: ”Aku berpikir dalam hati bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tapi aku malu mengungkapkannya.” Kemudian para Shahabat radhiyallahu 'anhum berkata: ”Wahai Rasulullah, pohon apakah itu?” Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: ”Ia adalah pohon kurma.” (HR. al-Bukhari dan selainnya) ...

Hikmah Di Balik Asinnya Air Laut

Allah  Subhanahu wa Ta’ala  berfirman: وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَمِن كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ  ”Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakai, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”  (QS. Faathir: 12) Penjelasan Ilmiah Jika salah seorang di antara kita mengunjungi pabrik pembuatan es krim, niscaya akan didapati bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius. Oleh k...

Mengapa Wanita Diharamkan Memiliki Banyak Suami Sekaligus???

Pertanyan: Mengapa wanita dilarang memiliki tiga atau empat suami, sedangkan laki-laki dibolehkan memiliki isteri tiga atau empat? Jawaban: Alhamdulillah. Perkara ini pertama-tama terkait dengan keimanan kepada Allah Ta'ala. Semua agama sepakat bahwa wanita tidak boleh digauli oleh selain suaminya. Di antara agama-agama itu ada yang bersifat samawi, seperti Islam yang tidak diragukan lagi, Yahudi dan Nashrani. Keimanan kepada Allah menuntut adanya penerimaan terhadap hukum dan ajarannya. Dialah Allah Ta'ala yang Maha Bijak dan Maha Mengetahui apa yang bermanfaat bagi manusia. Kadang kita mengetahui hikmah dari sebuah ketetapan syariat, kadang kita tidak mengetahuinya.  Terkait dengan disyariatkannya poligami bagi laki-laki dan terlarang bagi wanita, ada beberapa perkara yang tidak tersembunyi bagi orang yang berakal. Allah Ta'ala telah menjadikan wanita sebagai 'wadah' (tempat janin tumbuh dalam rahim), sedangkan laki-laki tidak seperti itu....

Ternyata Maulid Nabi Berasal Dari Syiah Fatimiyah

Ternyata Maulid Nabi Berasal Dari Syiah Fatimiyah Jika kita menelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau. Perlu diketahui pula bahwa -menurut pakar sejarah yang terpercaya-, yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyu n (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Sebagai buktinya adalah penjelasan berikut ini. Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kela...

Tata cara mandi wajib (janabah)

Tuntunan As-Sunnah Tentang Tata Cara Mandi Janabah بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّ الحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أما بعد: Permasalahan thoharoh (bersuci) adalah permasalahan yang sangat penting. Oleh karena itu pengetahuan tentangnya merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Sebab, pada sah dan tidaknya thoharoh seseorang, bergantung sah dan tidaknya sholat orang tersebut. Rosululloh –Shollallohu’alaihi wa sallam- telah bersabda: لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُور “Sholat itu tidaklah akan diterima  tanpa bersuci.” (HR. Muslim) Keadaan suci yang dituntut dari seorang hamba sebelum mengerjakan sholat mencakup suci dari najis dan suci dari hada...

PEPATAH ARAB

1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ  Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia 2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia . 3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ Barang siapa sabar beruntungl ah ia . 4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya. 5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji. 6. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan. 7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan. 8. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ Kesabaran itu menolong segala pekerjaan. 9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu. 10. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur. 11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَا...