Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Barakah dalam Makanan Sahur

Pembaca sekalian, makan sahur merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang akan berpuasa. Tidak hanya dalam puasa   Ramadhan   yang wajib saja, melainkan juga dalam puasa sunnah. Keutamaan yang luar biasa dari makan sahur dapat kita cermati dalam pembahasan berikut ini. Perlu diketahui sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan sahuur (السَحُور), secara bahasa Arab berarti makanan yang disantap sebelum berpuasa. Adapun suhuur (سُحُور), adalah perbuatan menyantap makanan sahur. Penyebutan dan penggunaan kedua istilah ini kerap terbalik dalam bahasa Indonesia. Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan tentang keutamaan makanan sahur, diantaranya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah ” (Muttafaqun ‘alaih) Barakah maknanya ialah kebaikan yang tetap dan banyak. Barakah dalam hadits ini, mencakup baik makanan sahur ...

MENGENAL ROSULULLAH

“Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah meridhai hamba-Nya yang makan sesuatu makanan, kemudian ia mengucapkan puji kepada-Nya atas makanan itu. Atau minum sesuatu, lalu ia memuji-Nya atas minuman itu (hadits bersumber dari Anas bin Malik ra.) Bentuk tubuh rasulullah saw 1. Rasulullah saw. Bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule juga tidak sawomatang. Rambutnya ikal, tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat Allah swt(menjadi rasul )dalam usia empat puluh tahun. Beliau tinggal di mekkah(sebagai rasul)sepuluh tahun dan di madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke rahmatullah dalam usia enam puluh tiga tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua puluh lembar rambut yang telah berwarna putih (hadits bersumber dari anas bin malik r.a) 2. Rasulullah saw. Mempunyai bentuk tubuh yang sedang, tidak tinggi tidak pula pendek, serta bentuk tubuhnya bagus. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus...

AKHLAK TERHADAP ORANG TUA

 S alah satu ajaran paling penting setelah ajaran Tauhid adalah berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan, menurut pendapat banyak ulama, ajaran berbakti kepada kedua orang tua ini menempati urutan kedua setelah ajaran menyembah kepada Allah S.w.t. Dalam Al-Qur’an disebutkan: وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan " ah " dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Q, s.  al-Isra’  / 17:23) Ada  tiga kelompok yang disebut oran...