Sedikit demi setitik, bila tidak segera berhenti maka dosa akan menutupi hati.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan dosa maka akan tertera satu noktah hitam di hatinya.
Namun bila ia bertaubat dan menahan diri dari dosa itu serta beristighfar, kembali hatinya bersih
Tetapi jika ia mengulangi berbuat dosa niscaya akan bertambah pula noktah hitam itu hingga akhirnya titik noktah menutupi hati
Demikianlah 'ar-Raan’ yang difirmankan ALLOH ta'ala,
َููุงَّ ุจَْู ุฑَุงَู ุนََูู ُُูููุจِِูู ْ ู َุง َูุงُููุง َْููุณِุจَُูู
“Sekali kali tidak! Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS Al-Muthaffifin:14)
(Hasan Shahih, HR At-Tirmidzi: 3334, Ahmad: 2/297, Ibnu Majah: 4244)
Dosa itu candu.
Semakin lama butuh dosis lebih besar agar lebih terasa.
Dan bila sampai menutupi hati, niscaya menerima nasihat lebih sulit lagi.
@sahabatilmu
๐๐ธ๐น๐น
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan dosa maka akan tertera satu noktah hitam di hatinya.
Namun bila ia bertaubat dan menahan diri dari dosa itu serta beristighfar, kembali hatinya bersih
Tetapi jika ia mengulangi berbuat dosa niscaya akan bertambah pula noktah hitam itu hingga akhirnya titik noktah menutupi hati
Demikianlah 'ar-Raan’ yang difirmankan ALLOH ta'ala,
َููุงَّ ุจَْู ุฑَุงَู ุนََูู ُُูููุจِِูู ْ ู َุง َูุงُููุง َْููุณِุจَُูู
“Sekali kali tidak! Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS Al-Muthaffifin:14)
(Hasan Shahih, HR At-Tirmidzi: 3334, Ahmad: 2/297, Ibnu Majah: 4244)
Dosa itu candu.
Semakin lama butuh dosis lebih besar agar lebih terasa.
Dan bila sampai menutupi hati, niscaya menerima nasihat lebih sulit lagi.
@sahabatilmu
๐๐ธ๐น๐น
Komentar
Posting Komentar