Langsung ke konten utama

TEMPAT JATUHNYA PANDANGAN ALLAH TA'ALA

Senin, 23 Shafar 1436 H
             15 Desember 2014 M

❤ Tempat Jatuhnya Pandangan Allah Ta’ala
 
Handaknya Anda- wahai saudaraku, semoga Allah memberkahimu-, menjaga hati dan memperbaiki kondisinya, memperhatikannya dengan baik, dan mengerahkan segenap daya dan upaya secara sungguh-sungguh untuk hal itu. Karena, hati merupakan anggota tubuh yang paling banyak pengaruhnya, perkara yang paling lembut dan paling susuh perbaikannya. Ingatlah, bahwa hati adalah tempat jatuhnya pandangan Allah azza wajalla !
 
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,  
 
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لاَ يَنْظُرُ إلى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
 
“Sesungguhnya Allah ta’ala tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian, akan tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
 
Sungguh mengherankan, perilaku orang yang sedemikian perhatian kepada wajahnya yang menjadi jatuhnya pandangan manusia, sedemikian rajin ia mencuci dan membersihkannya dari kotoran dan noda, menghiasinya dengan sesuatu yang mungkin dijadikan sebagai hiasan wajahnya, hal itu ia lakukan agar tak seorang pun yang melihat pada wajahnya terdapat ‘aib/cacat.
 
Namun, ia melupakan hatinya yang merupakan tempat jatuhnya pandangan rabb alam semesta, Allah azza wajalla. Ia lupa untuk sering membersihkannya dari noda-noda kemaksiatan, ia lupa menghiasinya dengan sifat dan akhlaq yang mulia, ia lupa untuk memberikan wewangian sifat qonaah dan syukur kepada nikmat yang diberikanNya agar tidaklah rabb azza wajalla melihatnya dalam kondisi yang kotor, penuh dengan cacat dan aib. Bahkan, justru ia malah tak mepedulikan adanya kotoran dan noda yang sedemikian banyak menempel di permukaan hatinya, yang semakin menutupi hatinya. Semoga Allah melindungi kita darinya.
 
(Abdul Hadi bin Hasan Wahbiy, “Ushul Nafsiyyah Fii Ishlahi al-Qulub”, hal. 2)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shirothol Mustaqim

UYaitu ilmu yang bermanfaat dan amal shaleh, ilmu yang bermanfaat ialah kitab dan sunnah yang dibawa oleh Rosulullah,  dan amal shaleh ialah taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dengan aqidah yang benar, mekaksanakan perintah-perintah wajib dan sunat,  dan menjauhi segala larangan, dengan kata lain melaksanakan hak-hak Allah dan hak-hak manusia, dan hal itu tidak akan terwujud dengan sempurna kecuali dengan benar-benar ikhlas lillah dan mengikuti tuntunan Rosulullah.  Agama adalah berlandaskan pada kedua sendi ini. Karena itu, barang siapa berbuat sesuatu tanpa dasar ikhlas lillah ,  maka terperosok dalam syirik, sedang barang siapa berbuat sesuatu tanpa dasar tuntunan Rosulullah maka dia terjerumus dalam bid'ah. sule***

🛤 TIPS HIDUP SELAMAT DI AKHIR ZAMAN...

RosuluLLOH ﷺ telah mengingatkan kita... فإنَّه مَن يعِشْ منكم فسيرى اختلافًا كثيرًا فعليكم بسنَّتي وسنَّةِ الخلفاءِ الرَّاشدينَ المَهديِّينَ فتمسَّكوا بها وعَضُّوا عليها بالنَّواجذِ وإيَّاكم ومُحدَثاتِ الأمورِ فإنَّ كلَّ مُحدَثةٍ بدعةٌ وكلَّ بدعةٍ ضلالةٌ "Sesungguhnya siapa yg panjang umur diantara kalian, maka kalian akan menyaksikan perpecahan/perselisihan yg sangat banyak...maka (di saat itu) hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku (tuntunanku) dan tuntunan para Sahabatku... berpegang teguhlah kalian dgnnya, gigitlah dgn graham kalian... Dan janganlah sekali-kali kalian mengada-adakan perkara yg baru (di dalam agama), krn setiap yg baru di dalam agama adalah Bid'ah, dan setiap bida'ah adalah kesesatan". ( HR. Ibnu Hibban dll, shahih) ☕ Jadilah anda sebagai pembuka pintu kebaikan dan sebarkanlah, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕ Barakallah fikum.                            ...

Tata Cara Sholat Gerhana

Ketika terjadi gerhana, dianjurkan untuk shalat gerhana. Bagaimana tata cara shalat kusuf atau shalat gerhana itu? By  Parson M. Zulfan 6 March 2016  118    9157    0         Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Soal : Bagaimana tata cara shalat  kusuf  (gerhana) itu? Jawaban : Alhamdulilah, 1. Dalil-dalil disyariatkannya dengan sholat kusuf (gerhana) Yang pertama, Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al Anshary : عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُم ). “ Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua tanda diantara tanda-tanda kekuasaan All...